Oleh: estileoni74 | November 14, 2008

sampai hari ini (1)

aku masih menerima tamparan itu, sungguh hal yang menyakitkan namun harus aku terima dengan ikhlas dan lapang dada. aku biarkan semuanya berjalan sesuai dengan apa adanya, karena aku sendiri nggak tau bagaimana aku mesti mengakhiri semuanya….

sampai hari ini Tuhan…. saya harus persiapkan mental saya untuk bisa menerima tamparan itu, saya harus bagaimana Tuhan? apakah aku harus menangis meraung2???? tidak Tuhan, saya tidak akan melakukan hal itu karena saya sudah mengikhlaskan semuanya ini….

Iklan
Oleh: estileoni74 | November 12, 2008

sekali lagi…

hari ini adalah untuk yang kesekian kalinya aku menerima tamparan, meskipun menyakitkan namun aku harus terima karena lebih menyakitkan daripada disakiti dengan sikap. karena lebih menyakitkan sekali kalau kita disakiti oleh sikap daripada dengan fisik, untuk itu aku relakan pipi ini menjadi tamparan empuk dia selama ini….

hari ini, aku sudah tidak ada daya lagi untuk bisa bertahan hidup, hanya bayangan orang2 terkasihku yang mampu membuyarkan semua sakit hatiku selama ini. ingin aku teriak, menjerit bahkan aku berlari jauh sekali sampai aku merasakan lelah yang sangat luar biasa sekali…. namun tidak bisa, tidak ada daya rasanya aku harus melakukan itu semua… kadang aku bertanya sama Tuhan, Tuhan… kenapa saya masih menerima nasib seperti ini? Apakah saya harus lebih sabar lagi dalam menghadapi masalah ini??? namun mengapa Tuhan??? disini aku tidak bicarakan masalah ketidak adilan Tuhan, tapi aku bicara soal nasib aku… sampai kapan Tuhan saya akan seperti ini?

hari ini, untuk yang kesekian lamanya aku harus merasakan betapa sakithatinya aku selama ini. tidak ada yang bisa aku lakukan, tidak ada yang bisa aku jadikan tempat curhat kecuali aku pendam sendiri semuanya. semuanya terlalu sakit Tuhan…. dan aku ga tahu lagi bagaimana aku harus bertahan dengan kondisi begini. aku ingin terbebas Tuhan…. dan aku merasa sudah cukup beban derita aku selama ini. rasa aku menahan rindu kepada orang2 terkasihku, aku menahan rasa duka pada saat mendengar mereka mempunyai masalah, aku menahan rasa tangis ketika aku hanya bisa melihat foto keponakan aku tanpa aku bisa menyentuhnya… aku merasakan itu semua…. dan aku terpuruk tanpa tahu aku harus bagaimana lagi.

hari ini, seandainya aku bisa berlari…. aku akan berlari jauh sekali meninggalkan semua permasalahan disini, hari ini, seandainya aku bisa berteriak…. aku akan berteriak sepanjang jalan biar aku bisa merasa puas skali, hari ini, seandainya aku bisa terbang… aku akan terbang jauh menuju ke keluargaku, biar aku bisa berkumpul dengan mereka dan terbebas dari semua sakithatiku,……

hari ini…. sekali lagi aku merasa sangat sakithati….. sekali lagi aku merasa terperosok…. Tuhan, sekali lagi aku bersimpuh dihadapanMu….. bebaskan aku dari beban yang berat ini….. bebaskan aku Tuhan…. Amin…

Oleh: estileoni74 | November 6, 2008

Jadikanlah aku sempurna Tuhan…..

jadikalanlah aku sempurna Tuhan…. seperti pertama kali Engkau hadirkan aku ke dunia ini dengan sempurna. Karena aku yakin Tuhan, kesempurnaan itu hanya milikMu…..

Tuhan, tidak ada yang membahagiakan hati ini ketika aku melihat betapa aku terlahir tanpa cacat, namun kesemuanya itu tidak membuat aku tinggi hati justru semakin hari aku semakin intropeksi akan semua perjalanan hidup aku yang aku jalani selama ini.

Tuhan, lelah sudah aku menjalani hidup yang sekarang ini aku jalani, semua yang aku lakukan sudah tidak ada artinya sama sekali. Semua yang aku perjuangkan sudah hancur luluh karena sakit hatiku yang teramat besar sekali. Aku merasakan sekali bagaimana aku sakithati yang sangat besar ini…. aku merasakan sekali bagaimana terbungkamnya mulut saya tanpa saya tahu apa yang mesti saya lakukan, tanpa saya bisa berkata apa2…. tanpa saya bisa berbuat apa2lagi,……

Tuhan, mengapa Engkau masih perpanjang umurku? Mengapa Engkau masih biarkan aku tersakiti?? Mengapa Engkau masih biarkan aku teraniaya begini???? Mengapa Tuhan…… mengapa Engkau biarkan mereka menyakiti aku…….

Tuhan, tolong jadikanlah aku sempurna….

Oleh: estileoni74 | November 1, 2008

Muhammad Akbar

Tuhan, dia lahir dengan sempurna…. Terimakasih Tuhan, walaupun saya masih belum bisa memeluknya, walaupun saya masih belum bisa menciumnya…. namun Tuhan…. Jagalah dia selalu agar dia bisa menjadi anak yang berguna dan selalu ingat akan Engkau….

Amin…..

Oleh: estileoni74 | Oktober 31, 2008

Saya ingin pulang Tuhan….

begitu lama saya meninggalkan orang yang saya cintai selama ini, begitu lama saya mengabaikan mereka yang memperhatikan saya selama ini…. bahkan begitu lama saya menutup rapat keberadaan saya selama ini. Setelah sekian lama saya merantau, akhirnya saya begitu lelah sekali…. saya ingin pulang, dan saya ingin mengulang kembali semuanya meskipun itu terasa sangat menyakitkan sekali.

Tuhan, jika Engkau menghendaki, saya ingin pulang…. saya ingin sekali mengulang kembali semuanya seperti dulu, tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali saya kembali ditengah2 keluarga saya dulu.

Tuhan, hanya satu yang saya ingin pinta kepadaMu… SAYA INGIN PULANG……….

Oleh: estileoni74 | Oktober 30, 2008

sakit ini… makin sakit….

tak tahu aku mesti bagaimana…. yang aku rasakan betapa ini sangat menyakitkan sekali…. aku seperti berjalan diatas bara api, sakit…. sangat sakitnya hingga menusuk hatiku yang terdalam…

Tuhan, mengapa setiap aku merasakan sebuah cinta…. aku harus menanggung sakit yang sangat luar biasa sekali…. ketulusan hati yang sudah kuberikan ini dibalas dengan sakit hati yang sangat luar biasa sekali…. tak tahan aku Tuhan…. bahkan aku sendiri binggung mesti bagaimana?

Tuhan, lelah sekali mata dan hati ini…. tangan ini rasanya tak kuasa lagi untuk bergerak…. kaki ini terdiam, dan perih yang kurasakan semakin menusuk hati yang terdalam…

Tuhan…. saya lelah Tuhan… tolong kurangilah beban ini Tuhan…. karna terlalu berat aku menanggungnya… terlalu berat aku memikulnya….

Tuhan… sakit ini…. terasa makin sakit sekali….

Oleh: estileoni74 | Oktober 30, 2008

Tuhan uji kesabaran saya….

Tuhan sudah menguji kesabaran saya, entah sampai kapan Tuhan akan menguji saya… karena begitu banyak tekanan dan sakit hati yang sudah Tuhan limpahkan kepada saya.

Selama ini saya tidak pernah merasakan hamil, bahkan sampai melahirkan seorang bayi. Saya hanya bisa membayangkan bagaimana jika saya menjadi seorang ibu, apakah saya bisa mendidik anak saya nanti kelak menjadi anak yang baik dan hormat kepada saya sebagai ibunya. Karena saya menjadi seorang anak selalu saja membuat orang tua saya perempuan meneteskan airmata hingga tak terhitung banyaknya.

Namun, Tuhan sudah kasih seorang anak kepada saya, meskipun bukan anak kandung saya, tetapi saya selalu berpikir inilah titipan dari Tuhan buat saya. Karena datangnya anak itu juga saya tidak pernah duga sebelumnya. Ketika saya bersama anak itu, saya merasa risih dengan sifat manja (padahal dia cowok). Saya lalu berpikir, apa yang harus saya lakukan? Sedangkan orang tua dia memang memanjakan dia, bahkan membuat dia sebagai anak cowok yang cenggeng. Sebulan pertama saya masih sabar, 2bulan, 3bulan…. sampai akhirnya habis kesabaran saya menghadapi sikap anak itu yang semakin hari semakin tidak terkendali nakalnya.

Hingga suatu ketika saya menangis, karena saya merasa anak itu sangat menyakiti saya, bahkan pengorbanan saya selama ini dilihat dia hanya sebagai kewajiban seorang orang tua kepada anaknya. Bahkan tak jarang airmata ini keluar hingga sesak rasanya dada ini. Suatu malam saya merenung, apakah ini balasan dimana saya pernah membuat ibu saya menangis? Apakah ini nantinya saya mempunyai anak? Saya lihat anak itu pada saat tidur, lalu saya berpikir….. apakah ini yang dilakukan orang tua saya pada saat menghadapi saya dulu??? Saya bisa terlelap sedangkan orang tua saya tidak bisa tidur, bahkan dalam malam yang sepi orang tua saya menangis sendiri??

Seketika saya tertunduk, Tuhan….. inilah ujian buat saya dimana saya harus menghadapi seorang anak, meskipun bukan anak kandung saya namun saya harus bisa mendidiknya agak menjadi anak yang baik. Saya renungkan semua kesalahan saya terhadap orang tua saya, saya merasakan kerinduan yang sangat hebat sekali…… Tuhan sudah menguji kesabaran saya, Tuhan sudah menguji diri saya dan Tuhan juga yang membuka mata saya lebar2….. Saya terima Tuhan… bahkan saya ikhlas menerima ini semuanya, karena saya percaya tanpa campur tangan Tuhan, saya tidak akan bertemu dengan anak itu.

Sekarang…. saya hanya bisa tersenyum Tuhan…. meskipun masih terasa perih dihati ini, saya tetap tersenyum, bahkan saya bisa belai anak itu…. saya bisa menjaga dia dengan sekuat saya. Tak jarang Tuhan, saya melihat Engkau… memohon petunjuk yang benar dan memohon dengan sangat Engkau berikan perubahan kepada anak itu.

karena saya tahu….. Tuhan menguji kesabaran saya….

Oleh: estileoni74 | September 9, 2008

Lirih – Chrisye

Kini tlah kusadari
dirimu tlah jauh dari sisi
Ku tahu tak mungkin kembali kuraih
semua hanya mimpi

Ingin ku coba lagi
mengulang yang telah terjadi
Tetapi semua sudah tak berarti
kau tinggal pergi

Adakah kau mengerti kasih
rindu hati ini
tanpa kau di sisi

Mungkinkah kau percaya kasih
bahwa diri ini
ingin memiliki lagi

Kusadari kembali
ternyata semua khayal diri
Kini ku tahu tak mungkin ada waktu
untuk mencintaimu lagi

Adakah kau mengerti kasih
rindu hati ini
tanpa kau di sisi

[Reff:]
Mungkinkah kau percaya kasih
bahwa diri ini
ingin memiliki lagi

Oleh: estileoni74 | Juni 15, 2008

terlalu dalam…

luka yang aku rasakan sekarang ini Tuhan…. perlahan lahan aku coba untuk bisa menghilangkan, namun apa daya semuanya sudah tidak ada artinya sama sekali…. aku semakin hari semakin merasakan kesakitan yang sangat luar biasa sekali.

terlalu dalam Tuhan… aku menyimpan semuanya ini, namun apa yang aku dapatkan? pesakitan yang sangat luar biasa sekali… sudah banyak yang saya lakukan, sudah banyak yang saya korbankan… namun semua tidak ada hasilnya sama sekali…. malah semakin hari semakin menyakitkan sekali Tuhan….

Tuhan, aku berusaha untuk memahami semuanya, aku mencoba untuk menerima semuanya… namun hati ini semakin sakit Tuhan…. sangat sakit sekali….

terlalu dalam Tuhan….

Oleh: estileoni74 | Juni 13, 2008

Tuhan, katanya Badai itu Pasti Berlalu…

tetapi mengapa saya masih merasakan pesakitan ini Tuhan? mengapa saya tidak bisa merasakan hawa segarMU? dan mengapa saya masih mengeluarkan airmata derita ini Tuhan?

tertunduk saya Tuhan…. berat sekali rasanya hidup ini…. Badai ini masih menghajar saya Tuhan…. dan saya merasakan sakit…. teramat sakit….

Older Posts »

Kategori